You are here: Home News Sadar Lingkungan Selamatkan Masa Depan NKRI

Sadar Lingkungan Selamatkan Masa Depan NKRI

Media Coverage of the Green Investment, Innovation, and Productivity Workshop, 17 July 2013 Jakarta with special remarks on Green Economy and Green Jobs.

Kamis, 18 Juli 2013

JAKARTA (Suara Karya): Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) kembali berpartisipasi dalam mengampanyekan gerakan sadar lingkungan. Dalam rangka mendorong ketaatan lingkungan demi menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI), Forum Pemred, Mitsushita Gobel bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) menginisiasi Green Investment Program.
"Ini untuk mendorong gerakan sadar lingkungan. Kita harus melakukan sesuatu demi masa depan. Mitsushita Gobel memulainya dengan mencari ide ter-kait pengelolaan industri berwawasan lingkungan, bekerjasama dengan JICA kita adakan lagi kegiatan brainstorming sekaligus pencarian solusi-solusi konservasi lingkungan sementara tetap memproduksi barang dan jasa bertemakan Green Invesment, Innovation, and Productivity," ujar CEO perusahaan raksasa penyedia alat-alat elektronik Mitsushita Gobel, Rahmat Gobel kepada para wartawan dalam acara bertajuk Green Economy Path of The Future Indonesia, di Jakarta, Rabu (17/7).
Hadir antara lain, Ketua DNPI Rachmat Witoelar, mantan Menteri Perhubungan Jusman Sjafii Djamal (Matsushita Gobel), Ketua Forum Pemred Noerjaman Moechtar (SCTV), Pemred HU Suara Karya Ricky Rachmadi, Don Bosco Salamun (Berita Satu). Juga tampak, Nurcholis MA Basyari (Warta Ekonomi), Sekretaris Mitigasi DNPI Farhan Helmi yang tampil sebagai moderator, Chief Representative JICA Indonesia Atsushi Sasaki.
Jusman Sjafii Djamal, mengatakan, melalui Green Investment Program para pemangku kepentingan dapat saling berbagi ide dan pengalaman dalam kegiatan bisnis dan investasi yang ramah lingkungan. "Ide-ide yang dielaborasikan tersebut akan disusun menjadi sebuah saran terhadap pemerintah Indonesia dan juga para pengusaha untuk menerapkan bisnis berbasis kepedulian lingkungan," ujar Atsushi Sasaki.
Sejumlah narasumber tampil menyampaikan materinya. Antara lain, Deputy General Manager The Bank of Tokyo-Mitsubshi UFJ Yasuo Matsuyama, dengan makalah "Potential for Indonesia Agriculture and Fishery Business Development: Introducing Japanese Green Technologies and Standards"; Christoph Ernst yang mewakili Organisasi Buruh Internasional PBB (ILO) Jenewa, Swiss, yang mengupas tema "Indonesia Green Economy and the Potentials of Green Jobs"; "Promoting Green Prosperity: Perspective from the Ground" (Direktur Green Prosperity Project Budi Kuncoro); dan "Promoting Green Economy for the Future Indonesia: Media Perspectives' oleh Ketua Forum Pemred Noerjaman Moechtar.
Yasuo menyebutkan, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar. "Bila dikelola dengan baik, negeri ini bisa menjadi negara yang sangat maju," ujarnya. Dia mencontohkan, potensi ekonomi perkebunan bahan makanan khas Jepang ugeri dan tomat yang sangat cocok ditanam di Danau Toba, Sumatera Utara.
"Hasil pantauan satelit terkait iklim, tanah yang paling baik untuk menanam dua komoditas itu justru berada di sekitar Danau Toba, Sumut. Bayaknya kalau itu bisa dikembangkan akan mendatangkan keuntungan yang besar, karena di Jepang, harga sayuran jenis itu bisa mencapai Rp 4 juta per kilogram," ucapnya.
Apalagi, tutur dia, Sumut memiliki bandara internasional yang layak untuk mendistribusikan kekayaan perkebunannya ke Jepang. "Jadi, kami tidak perlu impor lagi dari China," katanya.
Masukan untuk Pemerintah Farhan Helmi mengatakan, hasil dari elaborasi ide dalam Green Investment Program tersebut, akan bisa menjadi masukan bagi pemerintah untuk menerapkan standar Nasional dalam menerapkan industri ramah lingkungan.Hal sama disampaikan Rachmat Gobel. "Karena itu kita turut menggandeng DNPI disini sebagai perwakilan pemerintah.
DNPI juga telah membuka kesempatan yang luas kepada kami untuk turut serta ke dalam jaringan nasional maupun Global diantaranya Asia Forum Carbon Update, World Business Council on Development dan lain sebagainya, demi mempromosikan upaya kami berpartisipasi dalam mendukung agenda perubahan iklim," ujar Rahmat Gobel.
Ketua DNPI Rachmat Witoelar menyatakan apresiasinya terhadap program yang digagas Mitsushita Gobel dan JICA tersebut. "Untuk mengatasi masalah perubahan iklim dubutuhkan komitmen global dan dukungan berbagai pihak, salah satunya seperti aktivitas dalam Green Investment Program ini," ujar Witoelar.
Tak lupa untuk mensosialisasikan berbagai masukan dalam Green Investment Program, peran media diperhitungkan Rahmat Gobel menjadi ujung tombaknya. "Karena itu kita melibatkan forum para Pimred di sini," ucap Rahmat Gobel.
Meski masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam mewujudkan harmonisasi antara kehidupan sehari-hari termasuk bisnis dengan keberlangsungan lingkungan hidup, namun menurut Rahmat Gobel, setidaknya sudah banyak riak-riak tindakan di berbagai belahan dunia.
"Di sini kita turut memulai melalui Green Investment Program. Kita berharap ide-ide hasil elaborasi solusi permasalahan lingkungan dalam menjalankan bisnis bisa diadopsi berbagai perusahaan lokal dan nasional juga transnasional yang berbisnis di Indonesia bisa menjalankannya dengan bantuan intervensi pemerintah tentu saja sehingga mendukung keberadaan dunia yang lebih baik," ujar Rahmat Gobel menadaskan. (Yudhiarma)

Source: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=330831

Document Actions